January 30, 2023

Teknologi yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan lengkap dengan penjelasannya. Teknologi akan terus berkembang demi perkembangan dan kepraktisan yang diperlukan umat manusi. Pendorong utama perkembangan atau pertumbuhan teknologi yakni keuntungan yang diperoleh dalam pemanfaatan teknologi itu sendiri atau keuntungan materi bagi peneliti.

Dandengan alasan yang sangat simple yaitu keingintahuan atau rasa penasaran, para peneliti akan terus membuatkan teknologi biar bisa memiliki kegunaan bagi segala aspek kehidupan insan.

Ide Dan Konsep Inspirasi Dari Tumbuhan

Seperti klarifikasi di atas para peneliti atau penemu mendapatkan pemikiran atau konsep pengembangan teknologi dari rasa keingintahuan, namun alasan lain penemu menerima pemikiran atau konsep lazimnya dari permasalahan yang timbul dari kehidupan insan dimana permasalahan yang dipecahkan tersebut dapat membuat keuntungan secara materi.

Banyak penemu atau peneliti yang memperoleh ide atau konsep yang mengadaptasi dari alam, tubuh insan, tumbuhan dan hewan sebagai dasar fatwa. Alam, tubuh manusia, tumbuhan dan binatang dengan struktur yang begitu terencana dan kompleks selalu bisa memberi ide para peneliti untuk meniru dan menerapkannya dalam pertumbuhan teknologi.

Daftar teladan penerapan teknologi yang terinspirasi dari tumbuhan dapatdiantaranya merupakan selaku berikut :

1. Paving (kon-blok) yang terinspirasi dari sel parenkim

Paving mempunyai bentuk yang sama dengan parenkim. parenkim adalah sel yang berperan dalam fotosintesis daun, mengandung kloroplas dan membentuk jaringan klorenkim (pada mesofil daun, korteks batang, empulur).

Bentuknya segi enam dan mempunyai ruang antar sel ini yang menjadi wangsit utama dalam menentukan pengerjaan bentuk dan pemasangan paving. Paving digunakan untuk meratakan jalan dan menyerap air hujan, teknologi ini tergolong teknologi yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan.

2. Velcro atau Perekat terinspirasi dari duri tumbuhan

Velcro berisikan dua komponen: terdiri dari dua lembar Velcro (satu lembar yang bulat atau kotak dan satu lembar pengait) dijahit atau ditempelkan ke kain secara bertentangan. Komponen pertama mempunyai pengait, sementara yang yang lain mempunyai benang mirip bulat atau kotak.

Ketika disatukan, benang bentuk bundar atau kotak akan mengait pada pengait dan dua bagian tersebut menempel sementara. Ketika dipisahkan, dengan cara ditarik atau memotong, Velcro akan bikin suara sobekan yang khas. Teknologi ini juga terinspirasi dari struktur jaringan tanaman.

Velcro atau perekat merupakan suatu teknologi yang terinspirasi dari cara duri tumbuhan menempel pada bulu anjing. Velcro berfungsi untuk mengikat dua sisi kain, pertama kali diciptakan pada tahun 1948 oleh Insinyur Listrik bernama George de Mestral.

Velcro ini dipatenkan oleh penemunya pada tahun 1955 dan dibentuk secara praktikal hingga diperkenalkan secara komersial pada final tahun 1950-an. Pada tahun 1941, insinyur Swiss George de Mestral mengamati duri tersebut di bawah mikroskop dan menyaksikan adanya ratusan kait kecil yang dapat menempel pada rambut atau busana.

Dia mengembangkan materi Velcro, dari kata Prancis “velours,” yang berarti beludru, dan “crochet,” yang mempunyai arti kait.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Surya Abengoa terinspirasi daristruktur bunga matahari

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Abengoa diciptakan saat para peneliti MIT ( Massachusetts Institute of Technology ) terinspirasi dari salah satu struktur jaringan bunga tumbuhan yaitu Bunga Matahari. Keteraturan kelopak bunga matahari memberi fatwa peneliti untuk mendesain Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang bisa meminimalisir penggunaan lahan dan juga meningkatkan energi yang dihasilkan oleh PLTS tersebut.

Penelitian MIT ( Massachusetts Institute of Technology ) mengenai PLTS ini diterbitkan dalam Jurnal Solar Energy, berfokus pada penempatan cerminyang terpasang di tanah yang diarahkan ke menara sentra. Sinar matahari yangdipantulkan oleh cermin tersebut terfokus pada menara yang hendak membuatair mendidih atau juga cairan yang lain untuk membuat uap, kemudian uap menjalankan turbin dan generator, dan menciptakan energi listrik.

4. Pemurni udara Andrea terinspirasi dari tumbuhan

Teknologi yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan - Pemurni udara
Teknologi yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan – Pemurni udara

Andrea Air Purifier yakni sebuah teladan teknologi yang terinspirasi dari tumbuhan dan hasil kombinasi brilian antara insan dengan tumbuhan yang bisa mempercepat kesanggupan alami alam untuk membersihkan udara yang kotor dalam rangka untuk mendetoksifikasi suasana di dalam rumah. Alat yang hebat ini mampu membersihkan udara di rumah Anda lebih baik dibandingkan dengan tanaman biasa.

Cara kerjanya cukup simpel, udara kotor yang mengandung bakteri atau virus akan masuk ke pecahan atas kemudian tersaring ke bawah dan udara higienis akan keluar melalui kipas. Anda bisa memilih tanaman yang sesuai dengan kesukaan anda sehingga keunggulan Andrea Air Purifier tidak cuma sekedar sebagai penjernih udara tetapi sekaligus bisa menghias interior ruangan.

5. Biophotovoltaic Moss Table 

Teknologi yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan - biophotovoltaic
Teknologi yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan – biophotovoltaic

Biophotovoltaic Moss Table merupakan meja yang dapat membangkitkan listrik lewat proses fotosintesis. Biophotovoltaic MossTable merupakan karya inovatif yang menunjukkan peluang masa depan teknologi BioPhotoVoltaic (BPV). Inpirasi atau ide pengembangan teknologi ini dari jaringan fotosintesis tumbuhan.

BPV moss table melakukan pekerjaan selaku alat bio-elektrik yangmengubah energi kimia dalam fotosintesis menjadi energi listrik memakai material biologi mirip algae, cyanobacteria dan tumbuhan vascular.

The moss table ataubiophotovoltaic mampu menciptakan listrik yang cukup untuk mengisi alat-alatlistrik kecil mirip jam digital. Para peneliti memprekdisi masa depan konsep biophotovoltaic akan meningkat lebih besar dan akan bisa mengisi tenaga listrik alat yang lebih besar mirip lampu atau bahkan laptop

6. Charger tenaga surya Electree terinspirasi dari fotosintesadaun

Teknologi yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan - charger tenaga surya
Teknologi yang terinspirasi dari struktur jaringan tanaman – charger tenaga surya

Terinspirasi dari pohon bonsai yang karakteristik daunnya nampak berkelompok, maka Electree mewakili bentuk tersebut dengan daun-daun selsurya yang dapat menyerap panas matahari. Charger tenaga surya Electree ini  terisnpirasi dari bentuk tumbuhan hias yang populer yakni bonsai. Charger tenaga surya Electree dirancang oleh Vivien Muller dan terinspirasi dari jaringan flora.

Terdapat 27 buah daun sel surya dengan bahan amorphous-silicon bermutu tinggi. Masing-masing berupa persegi dengan lebar 3,7 inci atau sekitar 10 cm. Cabang-cabangnya memuncak secara vertikal dengan sedikit lengkungan khas pohon bonsai. Electree mempunyai kapasitas penyimpanan energi hingga 14.000mAh.

Itu artinya bisa mengisi sarat baterai iPhone 5 lebih dari sembilan kali tanpa harus terpapar cahaya. Terdapat 2 buah port USB yang sudah barang pasti menjadi slot yang universal bagi semua ponsel pandai. Tak cuma itu, Electree juga dilengkapi dengan wireless charging yang bisa dipakai untuk beberapa jenis smartphone mutakhir.

7. Teater Esplanade yang terinspirasi dari bentuk buah durian

Teknologi yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan - teater esplanade
Teknologi yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan – teater esplanade

Teater Esplanade yaitu bangunan yang terinspirasi dari tumbuhan atau bentuk buah durian. Teater ini terletak di tepi sungai enam hektar lahan di sepanjang tepi laut Marina Bay bersahabat dengan muara Singapore River. Tujuannya dibangun untuk menjadi pusat pertunjukkan seni bagi bangsa pulau Singapura.

Bangunan ini dirancang oleh dua firma arsitektur yang melakukan pekerjaan sama yakni DP Architect ( DPA ) dari Singapura dan berbasis London Michael Wilford & Partners ( mwp ). Desain Arsitektur yang unik pada bangunan ini tampak dari atap pada bangunan tersebut yang menyerupai menyerupai buah durian. Beberapa orang Singapura merujuk ke Esplanade selaku ” The Big Durian ” atau juga ” Shell Durian ”. Esplanade berisi ruang pentaskelas dunia, ditambah dengan berbagai layanan penunjang profesional dan akomodasi. Selain tempat pertunjukan, Esplanade juga tersedia tempat pertemuan, ruang teladan hidup dan ruang seni layanan terkait yang lain.

8. Kota mengambang Lilypad Ecopolis terinsipirasi dari struktur daun teratai

Teknologi yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan - lilypad
Teknologi yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan – lilypad

Kota mengambang Lilypad ecopolis terinspirasi dari struktur jaringan daun teratai dan didesign oleh Vincent Callebaut selaku antisipasi untuk tahun 2100 yang digambarkkan bahwa akan aneka macam jumlah para pengungsi dunia akibat terjadinya pemanasan global.

Dia mengemukakan bahwa prinsip Archimedes bahwa cairnya es tidak akan merubah peningkatan permukaan air. Sama halnya dengan mencairnya es di dalam air di gelas. Namun ada dua sumber air raksa sayang tidak berada diatas air yang akan mencair dan eksklusif menuju ke maritim yang menyebabkan naiknya permukaan air maritim.

Gunung Es Antartika

Hal ini berhubungan dengan gunung es di Antartika dan Greenland disisi lain, serta benua es. Hal lain yang menimbulkan naiknya permukaan laut tidak adasangkut pautnya dengan mencairnya es, tetapi dilatasi air yang terjadi akibat pengaruh suhu udara.

Menurut ramalan GIEC (Intergovernmental group on theevolution of the climate) , kenaikan permukaan laut akan menjangkau 20 hingga 90cm selama masa ke-21. Setiap peningkatan suhu 1°C akan menjadikan air naik 1 meter.Kenaikan air ini akan menghipnotis 0.05% di Uruguay, 1% di Mesir, 6% diBelanda, 17.5% di Bangladesh dan lebih dari 80% di tempat atoll Majuro di Marshall dan pulau-pulau Kiribati hingga pulau-pulau di Maldives.

Pergeseran Suhu Udara

Negara-negara menyerupai Vietnam, Mesir, Bangladesh, Guyanaatau Bahamas akan melihat tempat-tempat tinggal masyarakatnya kebanjiran dangenangan Lumpur air asin dari laut. New York, Bombay, Calcutta, Hô Chi MinhCity, Shanghai, Miami, Lagos, Abidjan, Jakarta, Alexandria dan lebih dari 250juta pengungsi dari negara lain tamat pergeseran suhu udara.

Itulah sebabnya Lilypad , selaku prototipe kota yang dibuat mengapung diatas air dan bisa menampung sebanyak 50.000 penduduk. Dan di dalamnya dikembangkan kehidupan tumbuhan dan fauna disekitar danau dengan airyang ditampung dari air hujan.

Kota Apung

Lilypad kota yang dekat dengan lingkungan dapat mengapung dari dari Monaco di Eropa hingga ke tempat kepingan Atol Polenesia. Desain yang sungguh terbaru dalam persiapan pengungsi akibat pemanasan global. Inspirasi dari daun lilypad Amazonia Victoria Regia , darikeluarga Nympheas , tumbuhan air yang didapatkan oleh cakap tumbuhan Jerman Thaddeaus Haenke.

Lilypad kota lingkungan yang mengapung dengan zero emisi udara lewat teknologi energi dari matahari (solar), angin, gelombang laut danbiomass. Bahkan mampu memperoses gas CO2 di adalam atmosfer dan meresap kekulitnya (atap) yang terbuat dari titanium dioxide, mirip proser fotosintesis pada tumbuhan (daun).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *